Testimonial Dari Franchisee
Sebagai pensiunan yang hampir sepanjang usianya dihabiskan sebagai orang gajian di sebuah perusahaan asing di Papua, mencoba berbisnis sendiri dari nol di Jakarta adalah pertaruhan dengan resiko yang luar biasa. Disamping rentang perbedaan antara orang gajian dan pengusaha serta antara Papua dan Jakarta adalah bagaikan langit dan bumi, sisa usia rata-rata orang Indonesia paska pensiun yang pendek, tidak cukup untuk melahirkan usaha baru, dibidang yang baru, serta di tempat yang baru sampai bisa tumbuh menjadi suatu bisnis yang exist. Apalagi menyadari bahwa saya bukan orang brilian, ditambah tidak ada keturunan pedagang sama sekali di keluarga saya, maka untuk memulai usaha di kota metropolitan yang keras ini, saya memilih main safe saja yaitu mengambil usaha franchise dan yang telah memiliki brand image dan sistem yang kuat.
Allah mempertemukan saya dengan Snapy. Waktu tahu saya sedang mencari franchise, Snapy datang. Dari pertemuan pertama, saya langsung bisa merasakan bahwa Snapy bukanlah sekedar bisnis tetapi merupakan sebuah usaha yang bernuansa penuh dengan nilai-nilai moral, dan ini sejalan dengan impian saya untuk mengisi sisa umur ini untuk aktivitas yang berguna bagi sesama.
Tepatnya tanggal 14 September 2007 Alhamdulillah terwujudlah impian saya membuka sebuah outlet Franchise Snapy saya yang pertama di Gading Serpong. Bagi Snapy yang pada waktu itu sudah memiliki 8 outlet besar di Jakarta serta telah beroperasi selama lebih dari 11 tahun, outlet saya di Gading Serpong adalah merupakan outlet Franchisee mereka yang pertama. Diakui, awal-awal operasional kami di Snapy Gading Serpong memang tidak mudah. Tidak dipungkiri bahwa kemitraan antara Franchisor baru dan Franchisee baru dalam membuka outlet franchise yang baru, memang bukanlah sesuatu yang sederhana. Waktu itu saya pimpin sendiri outlet baru tersebut sebisa saya, saya ikuti pelatihan demi pelatihan, saya baca guidance demi guidance dengan susah payah, dalam usaha saya bisa menjalankan sistem bisnisnya Snapy 100% atau bahkan lebih. Alhamdulillah saya tidak salah pilih franchise, dimana salah satu kelebihan Snapy selain sistem yang kuat adalah layanan after sales yang total. Dalam melewati masa awal yang sulit tsb, Snapy secara konsisten memberikan pelatihan, dorongan, bantuan serta pendampingan kepada saya untuk terus maju.
Kini masa sulit itu alhamdulillah telah berangsur terlewati. Berturut-turut dengan ijin Allah telah berhasil saya buka 4 outlet baru dalam waktu 1 tahun 8 bulan, yaitu Snapy Bintaro Sektor 5 pada tanggal 2 Pebruari 2009, Snapy Lebak Bulus pada tanggal 24 Agustus 2009, Snapy Ciputat pada tanggal 1 Juli 2010 serta Insya Allah Snapy Margasatwa pada tanggal 21 September 2010.
Sebagai pemain usaha franchise yang relatif baru, Snapy memang belum sempurna, tetapi yang MEMBEDAKAN Snapy dari Franchisor yang lain adalah: totalitas dukungan after salesnya yang sangat bernuansa kekeluargaan, tanggung jawab moralnya bahwa tabu menutup outlet franchise yang sudah dibuka, dorongan dan kemudahan kepada karyawannya untuk menjalankan ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh selama bekerja di Snapy, serta kemampuannya menerima kritik dan masukan dari para franchiseenya.
Setelah hampir 3 tahun saya bermitra dengan Snapy dengan nuansa yang saling melengkapi seperti itu, kini saya semakin mantap memakai franchise Snapy. Kultur Snapy yang diantaranya adalah: “Servis Memukau, Kualitas Terbaik, Delivery Tepat Waktu, dan bahwa melayani customer adalah ibadah”, sangat sesuai dengan jiwa saya. Banyak pengalaman dan trik-trik yang siap saya share secara free kepada siapapun yang menginginkan, baik sebelum memutuskan untuk mengambil franchise Snapy maupun setelah membuka dan mengoperasikan outlet Snapy, karena Insya Allah ini adalah bisnis yang berkah
| |
Bapak Dwi
Owner Snapy Gading Serpong |
|